teks eksplanasi tentang angin puting beliung

TEKSEKSPLANASI KOMPLEKS - ANGIN PUTING BELIUNG CINDY ARISTA – XI AKUNTANSI 2) Pernyataan umum: Angin puting beliung adalah kolom udara yang berputar ke (DISUSUN OLEH : CINDY ARISTA – XI Perhatikankerangka teks eksplanasi berikut! (1) Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. (2) Proses terjadinya adalah pada waktu siang hari awan putih berkembang menjadi awan gelap yang disertai hembusan udara dingin. karena teks tersebut berisi tentang "megapa" dan "bagaimana" kejadian Kebanyakanputing beliung mempunyai angin selaju 175 km/j atau kurang, dengan lebar 250 kaki (75 meter), dan bergerak beberapa kilometer sebelum “lenyap”. Walau bagaimanapun, setengah puting beliung mempunyai angin selaju 480 km/j, dengan lebar lebih daripada (1.6 km), dan boleh bergerak melebihi 100 kilometer. d Penjelasan 4. Tanda-tanda kemunculan angin puting beliung juga dapat dipelajari, seperti beberapa contoh berikut : 1. Biasanya kalau ada suhu udara sangat panas terutama satu hari sebelumnya, udara panas pada malam hari ini patut diwaspadai karena kalau tidak hujan, ada angin kencang. 2. Anginputing beliung adalah peristiwa alam berupa putaran angin yang sangat kencang serta membentuk sautu hubungan antara tanah dan awan cumulonimbus. Angin puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Site De Rencontre Rare Et Gratuit. – Angin puting beliung adalah angin kencang dengan gerakan berputar yang berasal dari awan kumulonimbus. Angin puting beliung memiliki kecepatan lebih dari 64,4 km per jam dengan durasi atau waktu kerjadiannya 5 menit dan terjadi di wilayah yang tidak luas. Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, angin puting beliung adalah angin tornado berukuran kecil yang terjadi di nama angin puting beliung dibeberapa kota berbeda-beda. Di Jawa, angin puting beliung disebut dengan angin leysus atau angiin puyuh. Sedangkan di SUmatera angin Bahorok. Baca juga Angin Fohn Pengertian dan Jenisnya Penyebab dan proses terjadinya Dikutip dari buku Pintar Penanggulangan Angin Puting Beliung 2021 oleh Wahyudi, bencana angin puting beliung sering terjadi di pada musim pancaroba, terutama pada siang dan sore hari. Hal ini terjadi akibat banyaknya pembentukan awan tidak semua awan kumulonimbus menyebabkan pembentukan angin puting beliung. Angin puting beliung terjadi karena adanya gesekan antara arus udara yang naik dan turun. Terdapat fase atau tahapan dalam proses pembentukan angin puting beliung, berikut penjelasannya Fase tumbuh Pada fase tumbuh atau fase pertama ini, terdapat arus udara di dalam awan dengan tekanan yang cukup kuat, naik ke atas. Di fase ini, titik air masih tertahan oleh arus udara yang terus bergerak menuju puncak awan. Fase dewasa Di fase ini, mulai terjadi hujan karena arus udara tidak lagi menahan titik-titik air. Hujan yang turun menyebabkan gesekan antara arus udara yang naik, dan udara yang turun. Gesekan tersebut kemudian membentuk pusaran yang semakin lama, semakin cepat. Pusaran angin inilah yang kita sebut angin puting beliung. Sesuai dengan proses pembentukannya, angin ini terjadi saat hujan turun. Baca juga Syarat Lokasi yang Tepat untuk Kincir Angin KD Memproduksi teks eksplanasi kompleks yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan di buat baik lisan maupun tulisan. Proses Terjadinya Angin Puting Beliung Angin puting beliung adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. Angin puting beliung muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing-puing. Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba karena pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul. Akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal, selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak. “Dalam fase tumbuh, awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun dan titik-titik air maupun kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.” Pada fase dewasa atau masak, titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan sehingga hujan turun dan menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya. Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir dan membentuk pusaran. Kemudian, arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon yang “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan deras yang membentuk pancaran air. “Pada fase punah, tidak ada massa udara naik. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan kemudian kondensasi berhenti. Udara yang turun melemah sehingga berakhirlah pertumbuhan awan.” Angin puting beliung sering terjadi di Indonesia dan menyebabkan berbagai kerusakan. Kerusakan itu diantaranya menyebabkan korban jiwa, robohnya bangunan, pohon tumbang, kerugian material dan merusak apa saja yang disentuhnya. 1. Struktur Dan Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi Kompleks Tabel 1 Struktur Teks Eksplanasi Kompleks “Proses Terjadinya Angin Puting Beliung”. No. Struktur Teks Contoh dalam Kalimat 1. Judul Proses terjadinya angin puting beliung. 2. Pernyataan umum Definisi Angin puting beliung adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. Karakteristik Angin puting beliung muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing-puing. 3. Penjelasan Mengapa Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba karena pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul. Akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal, selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak. Bagaimana Dalam fase tumbuh, awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan. Pada fase dewasa atau masak, titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya. Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir, membentuk pusaran. Kemudian arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon yang “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan deras yang membentuk pancaran air . Pada fase punah, tidak ada massa udara naik. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan. Kondensasi berhenti. Udara yang turun melemah hingga berakhirlah pertumbuhan awan. 4. Penutup Interpretasi Angin puting beliung sering terjadi di Indonesia dan menyebabkan berbagai kerusakan. Kerusakan itu diantaranya menyebabkan korban jiwa, robohnya bangunan, pohon tumbang, kerugian material dan merusak apa saja yang disentuhnya. Tabel 2 Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi Kompleks “Proses Terjadinya Angin Puting Beliung”. No. Ciri Kebahasaan Contoh dalam Kalimat 1. Istilah 1. kolom batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. 2. cumulonimbus sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. 3. langka jarang didapat, jarang ditemukan ,jarang terjadi. 4. cumulus awan yang bentuknya seperti bunga kol. 5. corong alat laboratorium berbentuk kerucut dan berakhir dengan tabung yang sempit. 6. puing-puing kepingan atau sisa peninggalan reruntuhan bangunan, gedung, pesawat terbang, dan sebagainya. 7. pancaroba masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, yaitu antara musim penghujan dan musim kemarau. 8. pengap serasa penuh sesak ,kurang mendapat udara dari luar. 9. radiasi energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. 10. pergolakan keadaan tidak tenang. 11. kecepatan besaran vektor yang menunjukkan seberapa cepat benda berpindah. 12. kristal suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunnya terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi. 13. temperatur suatu ukuran panas/dinginnya keadaan suatu benda, entah itu benda gas, benda padat atau benda cair. 14. kondensasi perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas atau uap menjadi cairan. 15. material zat atau benda yang dari mana sesuatu dapat dibuat darinya, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Sumber 2. Konjungsi Sebab-Akibat - Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba karena pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul. - Pada fase dewasa atau masak, titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan sehingga hujan turun dan menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. - Udara yang turun melemah sehingga berakhirlah pertumbuhan awan. 3. Kondisi atau Fenomena Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba karena pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul. 4. Kondisi Urutan atau Sekuen - Akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal, selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. - Massa udara yang turun meluas di seluruh awan kemudian kondensasi berhenti. 2. Kata Kerja Material Dan Relasional Tabel 3 Kata Kerja Material Dan Kata Kerja Relasional . No. Kata Kerja Material Kata Kerja Relasional 1 Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba karena pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul. Pada fase dewasa atau masak, titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan sehingga hujan turun dan menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. 2 Angin puting beliung muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing-puing. Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba karena pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul. 3 Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba karena pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul. 4 Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir dan membentuk pusaran. 5 Massa udara yang turun meluas di seluruh awan kemudian kondensasi berhenti. 6 Udara yang turun melemah sehingga berakhirlah pertumbuhan awan. 3. Konjungsi Lain Konjungsi Koordinasi, Korelasi, Subordinasi, dan Antar Kalimat Tabel 4 Konjungsi Koordinasi. No. Kalimat Konjungsi koordinasi 1. Angin puting beliung adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. pemilihan 2. Arus udara yang turun dengan kecepatan tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak. penambahan Tabel 5 Konjungsi Subordinasi. No. Kalimat Konjungsi Subordinasi 1. Angin puting beliung adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. alat 2. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan kemudian kondensasi berhenti. waktu 3. Hujan belum turun dan titik-titik air maupun kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan. atributif 4. Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya. perbandingan 5. Pada fase dewasa atau masak, titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan sehingga hujan turun dan menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. Hasil atau akibat 6. Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba karena pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul. sebab Tabel 6 Konjungsi Antar Kalimat. No. Kalimat Konjungsi Antar Kalimat 1. Kemudian, arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon yang “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. kemudian DAFTAR PUSTAKA Puting Beliung”diakses pada tanggal 10 Februari 2015 . pada tanggal 18 Februari 2015 . diakses pada tanggal 18 Februari 2015 . diakses pada tanggal 18 Februari 2015 . 2014diakses pada tanggal 18 Februari 2015 . Pengertian Penyebab dan Proses Terjadinya Angin Puting Beliung”diakses pada tanggal 10 Februari 2015 . Teks Eksplanasi tentang Bencana Alam - Angin Puting Beliung ”diakses pada tanggal 10 Februari 2015 Semoga bermanfaat ... Angin Puting Beliung Pernyataan umum Angin putih beliung adalah fenomena alam dari unsur angin yang mengalami perputaran dengan kecepatah yang sangat tingi. Kecepatan angin ini bisa mencapai 63km/jam. Secara umum angin puting beliung juga dikenal dengan sebutan istilah angin leysus. Di wilayah Sumatera, angin ini dikenal dengan sebutan angin bohorok. Di wilayah benua Amerika, angin ini dikenal dengan sebutan angin Tornado yang mampu berputar dengan kecepatan hingga 320km/jam dengan diameter pusaran hingga 500meter. Deretan penjelas / urutan sebab akibat Pada umumnya angin puting beliung memiliki kecepatan hingga 175km/jam dengan lebar diameter hingga 75 meter. Angin ini melakukan pergerakan sejauh beberapa kilometer sebelum mereda. Proses terjadinya angin ini berawal ketika udara panas dan juga dingin saling bertemu dan mengalami bentrokan. Bentrokan antara udara panas dan dingin ini selanjutnya membentuk angin puting beliung. Selain dari sebab tersebut, angin puting beliung terjadi akibat arus udara yang berada dalam awam mengalami kenaikan yang begitu kuat. Angin puting beliung juga terjadi akibat naiknya suhu udara di siang hari dan berkumpulnya awan hitam yang diakibatkan oleh adanya radiasi sinar matahari. Awan tersebut semakin bertambah dan tumbuh secara vertikal dan terjadi pergolakan arus udara di dalamnya. Pergolakan arus udara tersebut mengalami kenaikan dan penurunan arus dengan percepatan yang sangat tinggi. Arus udara yang mengalami penurunan yang sangat tinggi selanjutnya menuju ke permukaan tanah dan dengan tiba-tiba berhembus dan berjalan secara acak. Indikasi kemunculan angin puting beliung ditandai dengan adanya gejala-gejala seperti misalnya, adanya suhu panas yang cukup ekstrem terutama pada hari sebelum terjadi angin puting beliung, jika terdapat pepohonan di area sekitar akan lebih mudah memprediksikan kehadiran angin puting beliung dengan melihat adanya pergerakan pepohonan akibat hembusan angin, sesaat sebelum terjadi angin puting beliung, udara sekitar akan terasa dingin dan langit itba-tiba mendung. Interpretasi Bencana alam angin puting beliung ini berpotensi terhadap kerusakan yang cukup beragam. Misalnya, kerusakan infrastruktur, pemukiman, perkebunan, persawahan, dan berbagai macam kekacauan lainnya. Bencana ini adalah murni dari sebab faktor alam yang tidak ada sebab campur tangan manusia di dalamnya. Oleh karenanya fenomena bencana puting beliung tidak dapat dicegah kedatangannya. Perlu adanya kesiapsiagaan untuk menanggapi bencana yang dayang secara mendadak ini dengan melakukan simulasi evakuasi. Simulasi ini dapat berguna untuk melatih masyarakat agar lebih siap menghadpi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi secara tiba-tiba. Setidaknya warga dapat dengan cepat mengevakuasi diri dan keluarganya sendiri ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun kerugian dalam bentuk materil tidak dapat di hindari, namun setidaknya pencegahan timbulnya korban jiwa dapat dilakukan dengan efektik dan efisien. Jakarta - Angin puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Semarang, angin puting beliung bisa mencapai kecepatan hingga 120 km/jam bahkan Indonesia biasa menyebut angin puting beliung dengan angin puyuh, angin leyus, atau angin ribut. Di daerah Sumatera, angin puting beliung disebut dengan Angin Bohorok. Sementara angin puting beliung yang ada ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya. Sebab dengan pusarannya, benda yang terlewati akan terangkat dan datangnya angin puting beliung menurut situs Sumber Belajar Kemendikbud adalah1. Pada siang hari terlihat adanya awan putih menjulang tinggi seperti bunga kol2. Awan tersebut berkembang menjadi awan gelap yang disertai hembusan udara dingin3. Angin mulai menggoyangkan pepohonan ke kiri dan ke kanan4. Tidak lama kemudian angin semakin cepat dan diikuti hujan lebat dan terkadang disertai hujan es5. Terlihat di awan hitam pusaran angin berbentuk seperti kerucut turun menuju tanah atau BumiProses Terjadinya Angin Puting BeliungProses terjadinya angin puting beliung, yaitu1. Saat musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam Akibat radiasi matahari di siang hari, tumbuh awan secara vertikal3. Di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi4. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acakDampak Angin Puting BeliungDampak yang ditimbulkan akibat angin puting beliung adalah menghancurkan area seluas 5 km tanpa angin puting beliung susulan. Rumah akan hancur dan tanaman akan tumbang diterjang angin puting bangunan, makhluk hidup bisa mati karena terlempar atau terbentur benda keras lainnya yang ikut masuk pusaran Antisipasi Angin Puting Beliung1. Kenali bulan-bulan Mengadakan penghijauan. Sebab penghijauan dapat menyeimbangkan udara tidak terlalu panas, sehingga tidak terjadi perbedaan panas yang dapat menimbulkan adanya angin puting Apabila terjadi angin puting beliung, menghindar dari pepohonan tinggi yang sudah rapuh karena bisa tertimpa pohon. Cari tempat yang aman dan kuat atau menghindar jauh. Membuat rumah yang permanen dan Membuat tempat perlindungan di bawah tanah apabila tempat tinggal sering terjadi angin puting beliung. Simak Video "Penampakan 141 Rumah di Balendah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung" [GambasVideo 20detik] nir/pal Contoh Teks Eksplanasi tentang Tsunami, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung — Pada artikel kali ini, Mamikos akan membahas contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung. Pernahkah kamu menyaksikan fenomena tsunami, tanah longsor, ataupun angin puting beliung baik secara langsung atau tidak langsung? Jika pernah, apakah kamu pernah berpikir mengapa dan bagaimana peristiwa bencana alam tersebut dapat terjadi? Rangkaian Contoh Teks Eksplanasi tentang Bencana AlamDaftar IsiRangkaian Contoh Teks Eksplanasi tentang Bencana AlamMemahami Pengertian Teks Eksplanasi Struktur Penulisan dari Teks Eksplanasi Perbedaan Teks Eksplanasi dan Teks EksposisiContoh Teks Eksplanasi Tsunami, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung dan Pembahasannya Daftar Isi Rangkaian Contoh Teks Eksplanasi tentang Bencana Alam Memahami Pengertian Teks Eksplanasi Struktur Penulisan dari Teks Eksplanasi Perbedaan Teks Eksplanasi dan Teks Eksposisi Contoh Teks Eksplanasi Tsunami, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung dan Pembahasannya Jadi, untuk menjawab mengapa serta bagaimana bencana alam tersebut terjadi, kamu dapat membaca teks eksplanasi. Di pelajaran bahasa Indonesia, biasanya siswa akan diminta untuk menganalisis serta membuat teks eksplanasi. Lantas, apa yang dimaksud dengan jenis teks tersebut dan bagaimana cara membuatnya? Simak uraian berikut untuk mendapatkan jawabannya. Memahami Pengertian Teks Eksplanasi Sebelum membahas lebih lanjut tentang contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pengertian naskah eksplanasi explanation text. Ini merupakan teks yang berisi penjelasan mengenai proses terjadinya sebuah fenomena di sekitar kita. Fenomena tersebut bisa berupa fenomena alam, fenomena budaya, fenomena sosial, ilmu pengetahuan yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam explanation text, kamu dapat menemukan jawaban dari pertanyaan mengapa dan bagaimana sebuah fenomena terjadi. Dengan membaca informasi yang ada di dalam naskah tersebut, pembaca akan memperoleh wawasan dan pemahaman baru. Contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung berisi informasi yang bersifat faktual serta informatif. Dalam penulisannya, teks ini menggunakan sudut pandang ilmu pengetahuan alias bersifat ilmiah. Sebagai contoh teks eksplanasi yang mengangkat topik tsunami, di dalamnya berisi proses terjadinya fenomena alam tsunami. Terdapat hubungan sebab akibat untuk menunjukkan mengapa serta bagaimana tsunami bisa terjadi. Untuk menghasilkan eksplanasi mengenai tsunami secara baik dan benar, kamu dapat mengaitkannya dengan sudut pandang ilmu geografi dan geologi. Tujuan penulisan naskah eksplanasi adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman akan suatu fenomena. Contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung tidak memuat ajakan yang mempengaruhi atau membujuk pembaca. Tidak pula menyajikan karangan fiktif seperti naskah narasi, karena teks eksplanasi termasuk jenis karangan non fiksi. Struktur Penulisan dari Teks Eksplanasi Sebagaimana penulisan karangan lainnya, teks eksplanasi juga memiliki struktur penulisan tersendiri. Sebuah naskah dapat dikategorikan sebagai naskah eksplanasi apabila memiliki susunan struktur seperti berikut ini. 1. Pernyataan Umum Pernyataan umum adalah bagian pertama dalam struktur penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, maupun fenomena lainnya. Bagian ini berisi gambaran umum mengenai fenomena yang akan dibahas. Dalam pernyataan umum, penulis juga menjelaskan proses bagaimana fenomena yang dibahas terjadi. Kalimat yang digunakan berbentuk deskripsi umum sehingga pembaca mendapatkan gambaran awal sebelum menggali informasi lebih detail. 2. Rangkaian Peristiwa Struktur selanjutnya yaitu menjelaskan rangkaian peristiwa. Setelah menyajikan pernyataan umum, selanjutnya penulis memberikan penjelasan berisi rangkaian kejadian dengan alur sebab akibat. Dalam penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, serta fenomena lainnya penulis perlu menjabarkan penjelasan mengenai penyebab dan juga akibat atau dampak yang ditimbulkan oleh fenomena tersebut. Bagian ini dapat dijelaskan dalam beberapa paragraf. Semakin banyak penjelasannya, maka informasi yang diberikan akan lebih komprehensif. Namun, pastikan agar tetap fokus pada tema yang dibahas. 3. Kesimpulan atau Interpretasi Bagian ketiga dan terakhir dalam penulisan teks eksplanasi yaitu interpretasi. Bagian interpretasi berisi penarikan kesimpulan oleh penulis. Kemudian, penulis juga dapat memberikan tanggapan, pandangan, atau pernyataan berkaitan dengan fenomena tersebut. Contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung yang ditulis berdasarkan urutan struktur yang tepat akan menghasilkan naskah bermutu. Dari sisi pembaca, mereka dapat memperoleh wawasan tambahan yang informatif dan faktual. Perbedaan Teks Eksplanasi dan Teks Eksposisi Sekilas eksplanasi dan eksposisi terdengar mirip dan keduanya mengacu pada jenis-jenis teks. Meskipun terdengar mirip namun keduanya tidak sama. Ada sejumlah perbedaan mendasar yang membedakan kedua jenis tulisan tersebut. Teks eksplanasi adalah naskah yang berisi penjelasan rangkaian proses pada suatu fenomena. Sedangkan teks eksposisi adalah naskah yang berisi pendapat penulis tanpa bertujuan mempengaruhi pembaca. Selain dari pengertiannya, perbedaan antara contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung dengan teks eksposisi antara lain sebagai berikut 1. Berdasarkan Tujuan Penulisan Kedua jenis tulisan tersebut memiliki tujuan penulisan yang berbeda. Teks eksplanasi bertujuan untuk menyampaikan informasi, memberikan wawasan dan pemahaman baru kepada pembaca tentang bagaimana proses terjadinya suatu fenomena. Sedangkan eksposisi adalah tulisan yang dibuat untuk menyampaikan informasi, penjelasan mengenai suatu ide, pendapat, atau pokok pikiran tanpa mempengaruhi orang lain agar menerima dan setuju dengan gagasan yang disampaikan. 2. Berdasarkan Struktur Penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung maupun fenomena lainnya memiliki struktur yang berbeda dari naskah eksposisi. Pada naskah eksplanasi, susunan strukturnya terdiri dari pernyataan umum, penjelasan, dan interpretasi. Sedangkan susunan struktur penulisan pada naskah eksposisi terdiri dari bagian tesis pernyataan ide atau pendapat, argumentasi berisi bukti untuk mendukung tesis, dan reinterasi penegasan ulang pendapat. 3. Berdasarkan Kaidah Kebahasaan Penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, dan fenomena lainnya menggunakan kaidah kebahasaan yang khas serta berbeda dari naskah eksposisi. Kaidah kebahasaan pada penulisan eksposisi di antaranya Menggunakan kata keterangan adverbia Banyak menggunakan konjungsi seperti dan, atau, serta, dan lainnya Melibatkan penggunaan kata kerja material kata kerja yang menunjukkan aktivitas fisik terlihat Menggunakan kata kerja relasional Menggunakan kata kerja yang menjelaskan persepsi Menggunakan kata kerja yang menjelaskan afeksi Menggunakan kata kerja yang menjelaskan kognisi Sedangkan kaidah kebahasaan pada penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung di antaranya Banyak menggunakan kata dan kalimat denotatif Banyak menggunakan konjungsi kausalitas yang menyatakan hubungan sebab akibat Memakai alur kronologis dan keterangan waktu, misalnya kata kemudian, lalu, setelah, dan lainnya Contoh Teks Eksplanasi Tsunami, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung dan Pembahasannya Setelah mengetahui pengertian serta struktur yang menyusunnya, kamu bisa mulai berlatih untuk membuat explanation text. Agar tidak bingung, Mamikos akan memberikan 3 contoh explanation text tentang fenomena bencana alam beserta pembahasannya. 1. Contoh Teks Eksplanasi Tsunami Tsunami Tsunami merupakan kata serapan dari bahasa Jepang yang makna harfiahnya yaitu “ombak besar di pelabuhan”. Ini merupakan fenomena alam berupa gelombang air laut besar yang terjadi akibat adanya gangguan di dasar laut. Gangguan tersebut bisa berupa pergeseran lempeng tektonik bumi, tanah longsor bawah laut, erupsi gunung api bawah laut, hingga hantaman meteor. Akibat yang ditimbulkan gangguan tersebut adalah gelombang air besar merambat ke segala arah. Gelombang tsunami bisa mencapai kecepatan 600-900 km/jam dengan ketinggian hingga 30 meter. Pada awalnya, gelombang yang dihasilkan memiliki amplitudo relatif kecil, yakni berkisar 30-60 cm sehingga saat di laut lepas efeknya tidak begitu terasa. Namun semakin mendekati pantai, amplitudonya membesar. 80-90% tsunami diakibatkan oleh gempa bawah laut, terutama gempa yang terjadi pada zona subduksi atau penunjangan zona pertemuan dua lempeng yang menunjam. Pergerakan secara vertikal di kerak bumi berakibat pada perubahan dasar laut secara tiba-tiba baik itu naik atau turun. Ini menyebabkan kesetimbangan air terganggu. Ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut. Pada saat mencapai pantai, gelombang akan semakin besar dan menjadi tsunami. Gerakan vertikal tersebut bisa terjadi pada daerah sesar atau patahan. Gempa bawah laut yang terjadi di zona subduksi di mana lempeng samudera menunjam ke lempeng benua sangat berpotensi menimbulkan tsunami. Biasanya, tsunami ditimbulkan oleh gempa berkekuatan 7,0 skala magnitudo momen atau lebih. Kesimpulannya, tsunami dapat terjadi karena gempa yang mengakibatkan gerakan vertikal di dasar laut. Tanah longsor, letusan gunung api, serta hantaman benda langit raksasa berkecepatan tinggi juga dapat mengakibatkan bencana tsunami. Pembahasan Struktur Kamu telah mengetahui bahwa penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pernyataan umum, rangkaian peristiwa, dan interpretasi. Berdasarkan teks di atas, bagian pernyataan umum ditunjukkan dengan penjelasan tentang apa itu tsunami secara umum. Disebutkan pula beberapa penyebab yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Bagian kedua pada contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung tema tsunami di atas memberikan informasi berupa rangkaian kronologi bagaimana serta mengapa tsunami terjadi. Poin-poin penting yang perlu diperhatikan yaitu Tsunami berawal dari gerakan vertikal di dasar laut Gerakan vertikal mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba Perubahan dasar laut menyebabkan air laut tidak seimbang dan menghasilkan energi dan gelombang air laut Gelombang ombak semakin besar saat mendekati pantai dan terjadilah tsunami Sementara bagian ketiga pada contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung tema tsunami di atas, penulis menarik kesimpulan Tsunami dapat disebabkan oleh gerakan vertikal di dasar laut akibat gempa bumi Tanah longsor di bawah laut juga berpotensi mengakibatkan tsunami Letusan gunung api bawah laut adalah penyebab lain tsunami Hantaman benda langit raksasa ke laut yang melaju dengan kecepatan sangat tinggi bisa menimbulkan tsunami 2. Contoh Teks Eksplanasi Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah longsor dapat didefinisikan sebagai fenomena geologi yang terjadi karena pergerakan massa batuan atau tanah maupun campuran keduanya kemudian menuruni permukaan lereng. Pergerakan massa tersebut diakibatkan oleh ketidakstabilan tanah penyusun lereng. Sehingga menghasilkan jatuhnya bebatuan maupun massa tanah dalam jumlah besar. Secara umum, fenomena alam ini disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor pemicu dan pendorong. Faktor pemicu adalah faktor yang berpotensi menyebabkan pergerakan material penyusun lereng itu sendiri. Sedangkan faktor pendorong yaitu faktor yang berpengaruh terhadap kondisi material. Misalnya kemiringan lereng, intensitas hujan, pelapukan, hingga penebangan liar. Hal-hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi material secara langsung. Proses terjadinya tanah longsor sendiri bermula dari air yang meresap ke dalam tanah sehingga membuat bobot tanah bertambah. Kemudian, air menembus sampai bidang gelincir dan menyebabkan pergerakan keluar lereng. Longsor terjadi apabila besarnya gaya pendorong pada lereng lebih kuat dibanding gaya penahannya. Gaya penahan dipengaruhi oleh faktor kekuatan batuan penyusun serta kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh faktor air, beban dan berat jenis batuan penyusun, serta besarnya sudut kemiringan lereng. Tanah longsor kerap terjadi saat musim hujan. Ketika memasuki musim kemarau, retakan tanah mempermudah air meresap. Resapan air kemudian terakumulasi di dasar lereng dan berpotensi memicu gerakan lateral. Akibatnya, material penyusunnya lebih mudah menuruni lereng dan terjadilah tanah longsor. Tanah longsor bisa terjadi karena faktor kondisi internal tanah dan faktor eksternal. Untuk mengurangi risiko longsor, dapat dilakukan pencegahan seperti penghijauan, tidak mendirikan bangunan di tebing, tidak membuat sawah dan kolam di atas lereng. Pembahasan Struktur Contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung untuk tema tanah longsor terbangi menjadi 3 bagian, yakni pernyataan umum, rangkaian kejadian, dan kesimpulan atau interpretasi. Pernyataan umum ditunjukkan dengan adanya gambaran umum seputar pengertian serta penyebab tanah longsor. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan rangkaian kejadian Tanah longsor diawali air yang meresap ke tanah dan menyebabkan penambahan bobot tanah Air bergerak ke bidang gelincir menyebabkan material bergerak keluar lereng Gaya pendorong yang lebih besar dibanding gaya penahan menyebabkan terjadinya longsor. Pada bagian akhir contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung di atas, penulis menarik kesimpulan serta menyampaikan ide pencegahan longsor Tanah longsor bisa terjadi akibat pengaruh dari kondisi internal dan eksternal material penyusun Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan penghijauan, menghindari mendirikan bangunan, sawah, atau kolam di atas tebing 3. Contoh Teks Eksplanasi Angin Puting Beliung Angin Puting Beliung Angin puting beliung merupakan angin yang bergerak memutar pada kecepatan di atas 63 km/jam dengan durasi antara 3-5 menit lamanya. Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba saat siang ataupun sore hari. Dengan kecepatan tinggi, pusaran angin puting beliung dapat menghancurkan benda-benda yang dilewatinya. Benda-benda yang dilewati angin ini dapat terangkat kemudian terlempar pada jarak tertentu. Angin puting beliung terjadi akibat kenaikan suhu udara pada siang hari. Kemudian awan hitam berkumpul sebagai akibat dari radiasi sinar matahari. Kumpulan awan tersebut kemudian semakin tebal dan tumbuh secara vertikal. Di dalamnya terjadi pergolakan arus udara yang naik turun dengan kecepatan tinggi. Saat arus udara menurun secara cepat, arus tersebut bergerak menuju permukaan tanah. Kemudian secara tiba-tiba berhembus dan bergerak secara acak. Angin puting beliung yang bergerak cepat dan acak dapat mengakibatkan sejumlah kerusakan dengan tingkat keparahan beragam. Mulai dari kerusakan infrastruktur, pemukiman, perkebunan, dan lainnya. Angin puting beliung adalah murni fenomena alam dan tidak dipengaruhi aktivitas manusia. Untuk meminimalisir risiko, sebaiknya kenali tanda-tandanya seperti suhu udara sangat panas, muncul awan berlapis-lapis, angin kencang, dan lainnya. Pembahasan Struktur Contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung di atas memiliki 3 struktur utama, yakni pernyataan umum, rangkaian kejadian, dan interpretasi. Pernyataan umum ditunjukkan dengan gambaran umum tentang angin puting beliung dan penyebabnya. Kemudian dilanjutkan dengan bagian rangkaian kejadian yang berisi proses bagaimana angin puting beliung bisa terjadi. Pada bagian akhir, penulis menyajikan kesimpulan serta gagasan untuk meminimalisir risiko yang ditimbulkan fenomena tersebut. Demikian contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung yang dapat Mamikos sampaikan di atas. Mudah-mudahan saja kedepannya dapat kamu jadikan referensi untuk menulis explanation text dengan tema lainnya. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta

teks eksplanasi tentang angin puting beliung